Saturday, September 29, 2012

Mimpi Sehelai Rumput

Aku terdiam, membiarkan ombak berderu keras di hadapanku. Aku berfikir, bukankah sudah saatnya bagiku untuk mencari tempat baru? Sebentar lagi, setahun lagi.

Aku menatap matahariku, apa ketika aku berpindah, matahari akan tetap menyinariku? Aku sehelai rumput yang menatap dunia sebagai padangku. Apa aku punya cita-cita? Tentu punya. Kau kira aku akan membiarkanku terbawa angin begitu saja? Tentu tidak.

Aku bermimpi mendatangi segala penjuru di padang rumputku. Apa aku melampaui kedudukanku di dunia ini... Tapi kurasa semua orang berhak menggenggam mimpinya. Bahkan untuk rumput sepertiku.

"Pasti, nanti kita akan bertemu di tempat yang lebih baik. Aku akan berusaha menggapaimu, menggapai angin yang membawaku, bahkan menggapai padang rumput di sekelilingku," begitu mudah janjiku terucap.

No comments:

Post a Comment